Minggu, 03 Januari 2010

(FF) She's The One : chapter 1

title : She's The One
chapter : 1
cast :
-Sung Yu Ri as Han Seung Mi
-TVXQ's member as themshelf with Junsu as main cast



***

“oh.my.god”

Suara changmin yang sedikit keras memecah kesunyian di ruangan latihan itu. Dengan spontan, wajah keempat member lain menoleh, menatap changmin yang mengintip keluar ruangan dari balik pintu dengan mulut terbuka lebar.

“ya!changmin!! berteriak seperti itu tiba-tiba… mengagetkan saja”, Yunho berkata dengan wajah sedikit kesal. “Memangnya apa yang kau lihat? Hantu?”

“aaaa… kalau ada hantu sesempurna ini, aku akan memohon untuk dinikahi olehnya hyung”, ujar changmin dengan mata tetap menatap sosok di luar ruangan itu.

“ah, aku berani bertaruh, Han Ga In lah yang sedang berjalan di luar itu… satu-satunya wanita yang harry potter itu puja samapi saat ini. Sudahlah…”, Jajeoong berkata dengan yakin.

“dan kau kalah taruhan hyung…”, Yoochun berbisik pelan dengan mulut yang setengah menganga. Dia kini duduk berlutut di samping changmin, ikut mengintip keluar dari balik pintu. “oh, my, god. She is an angel…”

Yunho saling bertukar pandang dengan Jaejoong, dan sedetik kemudian kedua sosok itu berlari dengan cepat menghampiri Yoochun dan Changmin, ikut berlutut di samping mereka, dan berakhir dengan ekspresi wajah yang sama dengan Yoochun dan Changmin : terpesona, dengan mata yang tidak berkedip dan mulut menganga.

Hanya Junsu yang masih duduk di sudut ruangan, sibuk dengan handphone di tangannya, tampak tak tertarik dengan apa yang membuat empat saudaranya itu terpesona.

“Junsu hyung… kau takkan percaya dengan apa yang kami lihat”, changmin berkata, dengan pandangan tak lepas dari sosok itu.

“Tcih”, Junsu tersenyum sinis, “kalian ini… seperti tak pernah melihat wanita saja”.

“dia… bukan wanita, tapi bidadari…”, Yoochun berbisik pelan.

“ya!Yoochun~ah!wanita mana yang tidak tampak sebagai bidadari di matamu sih? Hah??”, Junsu berkata setengah berteriak, namun tetap tak beranjak dari tempatnya. Kepalanya tertunduk menatap layar handphone yang dipegangnya.

“sungguh… bahkan dia lebih cantik darimu Jaejoong~ah”, Yunho berbisik pelan dengan mata tak lepas menatap sosok di luar itu.

Jaejoong mendelik ke arah Yunho, kesal, tapi ketika terdengar derap langkah kaki mendekat, Jaejoong melempar pandangannya ke luar, lalu berdiri dengan cepat. “he..hey, di..dia kesini.. eh, natural, natural.. kita harus natural…”

Jaejoong berjalan dengan cepat ke sudut ruangan, mengambil air mineral lalu meneguknya pelan-pelan. Berakting, seolah-olah dia memang sedang kehausan dan minum sejak tadi. Yunho berdiri di depan kaca, menggerakkan kakinya, seolah sedang melatih tariannya, Yoochun duduk di kursi, membuka tasnya, mengeluarkan sebuah buku tebal, dan membacanya dengan cepat. Sementara changmin duduk di samping Junsu dan memukul-mukulkan botol air mineral yang kosong ke kepala hyung-nya itu, seperti yang biasa dia lakukan jika sedang break latihan.

“aaaiish, changmin!!”, Junsu melotot kea rah changmin. Changmin menatap junsu dengan wajah sedikit memelas, memohon agar Junsu tidak marah kali ini. “akting hyung.. akting… please?”

Junsu menatap changmin dengan tajam dengan sudut atas bibirnya sedikit ditarik ke atas. Kesal. “Sim Changmin, kau…”

“ehm”

Suara deheman yang cukup keras mengalihkan perhatian Junsu yang baru saja akan berteriak sambil memukul changmin. Junsu menoleh. Seorang pria paruh baya masuk ke ruangan mereka dan berdiri di depan pintu. Di belakangnya, tertutupi oleh badan pria itu, tersembunyi sosok lain.

Seorang gadis. Junsu berkata dalam hati. Dia yakin itu, karena meski tubuh sosok itu tertutup oleh si pria, dari sela-sela kaki pria paruh baya itu, dia dapat melihat sepasang kaki yang begitu mulus dan putih, dengan sepatu highheels merah yang mempercantik bentuk kakinya.

“Saya diminta untuk mengantar nona ini melihat-lihat kantor kita. Maaf jika mengganggu waktu kalian semua”, pria itu berkata dengan sopan.

“ah, tidak apa-apa paman”, Yunho berkata sambil tersenyum dan menghampiri pria itu. “Kebetulan kami pun sedang beristirahat, jadi kedatangan anda dan nona dibelakang anda itu sama sekali tidak mengganggu”, Yunho menjawab dengan tak kalah sopannya.

Pria itu tersenyum, lega bercampur senang. “ya, ya.. bagus jika kedatangan kami tidak mengganggu waktu kalian”, Pria itu mengangguk-anggukan kepalanya, lalu menoleh ke belakang, kea rah nona yang tertutup olehnya. “nona Han, silahkan”

Pria itu bergeser ke samping, membuat sosok gadis di belakangnya kini terlihat dengan jelas.

“aisshhh”, Jaejoong mendesis pelan, lalu menatap Yoochun yang duduk tak jauh darinya. Yoochun membalasnya dengan kedipan mata, lalu menggerakkan-gerakkan mulutnya, berbicara tanpa mengeluarkan suara. “cantik sekali…”

Changmin berhenti memukuli Junsu. Kini dia berdiri di samping Yunho sambil mengeluarkan senyum manisnya.

Gadis itu tersenyum, manis sekali. “err, maaf mengganggu sebelumnya oppa.. em, perkenalkan, namaku Han Seung Mi, artis baru di perusahaan ini. Sungguh sebuah kehormatan bisa bertemu dengan oppa semua, dan mohon bimbingannya…”, dia membungkuk dengan hormat.

“aaa, ya..”, Yunho tersenyum ramah, “selamat datang Seung Mi, semoga kita bisa menjadi teman yang baik…”

Gadis bernama Seung Mi itu mengangkat badannya, lalu melempar pandangan ke sekelilingnya. Matanya berhenti sejenak pada sosok yang duduk di sudut ruangan dan menatapnya dengan pandangan yang berbeda, kemudian beralih menatap Yoochun dengan cepat.

“ah, Yoochun oppa, sedang membaca buku kah?”

“ah, eh… iya”, Yoochun tersenyum, “err.. hobiku memang membaca buku”

“dengan… posisi buku terbalik?”, Seung Mi menahan senyum.

“eh?”, Yoochun terkejut. Matanya teralih ke buku yang dipegangnya. Terbalik, benar-benar terbalik. Wajahnya memerah, dan Yoochun benar-benar terlihat berusaha keras untuk tetap terlihat keren di mata gadis itu. “err, iya…ehm”, Yoochun berdehem, membetulkan suaranya yang terdengar bergetar menahan malu, “gaya baru… bosan dengan gaya membaca yang lama itu. Terlalu kuno untukku”

Tawa meledak seketika di ruangan itu. Yunho, Changmin, Jaejoong dan pria itu tertawa terbahak sambil menatap Yoochun yang menundukkan wajahnya yang memerah, tersenyum malu. Tak berbeda jauh, Seung Mi tertawa dengan lepas, membuat lesung pipit di pipinya terlihat jelas.

Hanya dia yang terdiam. Junsu. Tetap duduk di sudut ruangan, menatap sosok gadis di depannya dengan pandangan yang begitu aneh. Tak ada senyum, tak ada mata yang biasanya begitu ramah menyapa orang di sekelilingnya.

Junsu mematung, menatap sosok itu dalam diam.

Dia…

***

“kalau begitu…”, gadis itu membungkukkan badannya dalam-dalam, “selamat tinggal oppa”

Junsu terdiam, menatap sosok gadis di depannya dengan tatapan tak percaya. Tak satupun kata keluar dari mulutnya. Dia masih terlalu terkejut dengan apa yang terjadi di depannya.

Gadis itu mengangkat badannya, lalu tersenyum menatap Junsu. “aku harap, oppa bahagia selalu. Jaga kesehatan, oppa… dan terima kasih untuk perhatian yang oppa berikan padaku selama ini”

Gadis itu berbalik, lalu melangkah pelan, meninggalkan Junsu yang masih terdiam. Junsu ingin sekali berteriak, memohon pada gadis itu untuk tidak pergi dari sisinya. Tapi melihat rasa mantap dan tegas dari wajah gadis itu saat mengatakan ucapan perpisahan itu, dia benar-benar tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

Junsu menatap punggung sosok si gadis yang menjauh, menatap tiap langkah yang dia ambil. Sedikit harapan gadis itu akan kembali terselip, ketika tiba-tiba dia berhenti dan membalikkan badan, lalu menatapnya.

“hiduplah dengan baik oppa, dan lupakan aku…”

Gadis itu berbalik dengan cepat, lalu berlari.

Sesak. Hanya itu yang dapat Junsu rasakan. Rasanya benar-benar ingin menangis, tapi bahkan air matanya tidak dapat keluar sedikit pun. Matanya sayu menatap sosok gadis itu yang dengan cepat menjauh, lalu menghilang di depannya. Dalam pikirannya, kenangan-kenangan indah yang dia lalui dengan gadis itu berputar cepat.

Untuk beberapa saat Junsu terdiam. Angin malam di sekelilingnya bertiup kencang, dingin, tapi Junsu terlalu kalut untuk memikirkannya.

Junsu menundukkan wajahnya. Air mata akhirnya jatuh perlahan di pipinya, tepat ketika bibirnya membisikkan sebuah nama dengan lirih. “Seung mi…”

nae-geso kudae-nun sara-jyo-son andwenun
bicho-ossumul anayo
kudae-ga ttonamyon naye modun sesangdo
sarajindonun-gol i-jji-nun marayo
sumul shwigo shipoyo ku-dae sarang a-neso

(You mustn’t disappear from my life
Know that you are my light
If you leave, you take away my whole world
Don’t forget that it will all disappear
I want to breathe
From in your love)

*Reason--Autumn in My Heart (Endless Love) OST*

***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar